Bab 8 : MENGANALISIS ISI DEBAT

Tujuan debat adalah mendapatkan kesepakatan atau persamaan pendapat dalam menyikapi mosi, tetapi setiap pihak harus mempertahankan pendapatnya yang sesuai dengan fakta. Apabila argumen yang disampaikan satu pihak lebih kuat dan lebih meyakinkan, bukan tidak mungkin pada akhir debat pihak lain akan mengubah pendapatnya tentang mosi.
Menganalisis Pendapat Tim Afirmasi, Tim Oposisi, dan Tim Netral dalam Debat
Sebelum menganalisis kekuatan dan kelemahan pendapat pihak-pihak yang berdebat, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengidentifikasi pendapat dan argumen yang disampaikan masing-masing pihak.
Dalam pembelajaran kali ini kamu akan belajar menganalisis pendapat serta argumen yang disampaikan oleh setiap pihak yang terlibat dalam diskusi.
Pada bagian ini kamu menganalisis tentang kekuatan dan kelemahan suatu pendapat serta argumen yang disampaikan. Namun, sebelum itu kamu harus mengidentifikasi pendapat dan argumen yang disampaikan masing-masing pihak. Agar lebih jelas, kerjakan tugas berikut ini.
Tugas 2
Bacalah teks debat “Penyerapan Kosa Kata Bahasa Asing Bukti Ketidakmampuan Bahasa Indonesia dalam Interaksi dengan Bahasa Lain.” Kemudian kerjakan tugas-tugas berikut ini.
  1. Identifikasikanlah pendapat dan argumen yang disampaikan masing-masing tim!
  2. Analisislah kekuatan dan kelemahan pendapat masing-masing pihak berdasarkan argumen yang disampaikan.
  3. Gunakan tabel berikut untuk memudahkan analisismu.
Jawab:
1)Tim Afirmasi
Pendapat
Setuju bahwa penyerapan kosakata bahasa asing adalah bukti ketidakmampuan bahasa Indonesia
dalam interaksi dengan bahasa lain.
Argumen
Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian dibakukan menjadi bahasa Indonesia. Bukti bahwa bahasa Indonesia tidak berdaya untuk berinteraksi antarbahasa dapat kita lihat pada penggunaan kata vitamin, yang diserap dari kosakata bahasa asing yang jika dijelaskan dengan bahasa Indonesia belum tentu para pelaku bahasa mengerti. Banyak orang yang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia.
Tim Oposisi
Pendapat
Tidak setuju bahwa penyerapan kosakata bahasa asing adalah bukti ketidakmampuan bahasa Indonesia dalam interaksi dengan bahasa lain.
Argumen
Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai persamaan kata
yang bagi sebagian orang lebih mudah dipahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia itu
sendiri, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut.
Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun,
bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan di hampir semua kalangan.
Adanya sekelompok masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa
terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing.
Tim Netral
Pendapat
Kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa dapat diwujudkan jika porsi penggunaan
bahasa Indonesia seimbang dengan kosakata bahasa asing.
Argumen
Penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif karena terselip hal positif, yakni dapat mempermudah kegiatan berkomunikasi, khususnya dalam tuturan yang di dalamnya terdapat bahasa asing yang terasa lebih akrab di telinga dibandingkan dengan padanan bahasa Indonesianya.
2) Pendapat Pihak Afirmasi
Penyerapan kosakata bahasa asing adalah bukti ketidakmampuan bahasa Indonesia dalam interaksi dengan bahasa lain. Bahasa Indonesia terbukti mengandalkan kosakata asing yang kemudian
dibakukan menjadi bahasa Indonesia dan orang lebih familiar dengan bahasa asing dibanding bahasa Indonesia.
  • Analisis Kekuatan
    Fakta bahwa bahasa Indonesia tergantung oleh bahasa asing untuk memperkaya kosakatanya.
  • Analisis Kelemahan
    Penyerapan bahasa bukan bukti kelemahan bahasa, karena bahasa tidak dapat dilepaskan dari penuturnya. Ketika penuturnya berinteraksi dengan bangsa lain otomatis bahasanya pun akan
    terpengaruh. Selain itu, jumlah orang yang lebih familiar dengan bahasa asing dibanding bahasa
    Indonesia hanya berlaku untuk sedikit orang/ kelompok.
Pendapat Pihak Oposisi
Penyerapan kosakata asing ke dalam bahasa Indonesia bukan bukti ketidakberdayaan bahasa Indonesia. Adanya kelompok yang lebih memahamai bahasa asing daripada bahasa Indonesia
merupakan bukti sekelompok masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing.
  • Analisis Kekuatan
    Argumen bahwa orang lebih paham bahasa asing daripada bahas Indonesia cukup kuat. Karena jumlah yang demikian tentu lebih sedikit dibanding yang memahami bahasa Indonesia.
  • Analisis Kelemahan
    Argumen disampaikan hanya mengulang pendapat. Tidak disertai fakta pendukung yang kuat.
Pendapat Pihak Netral
Penggunaan kosakata tidak bisa dijadikan bukti ketidakberdayaan bahasa Indonesia karena tujuannya untuk mempermudah kegiatan berkomunikasi.
  • Analisis Kekuatan
    Memberikan solusi terhadap kontroversi soal penyerapan kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia.
  • Analisis Kelemahan
    Tidak disertai bukti pendukung.
Tugas 2
Bacalah teks debat berikut ini. Lakukanlah analisis kekuatan dan kelemahan pendapat yang disampaikan oleh masing-masing pihak yang berdebat.
Apakah Ponsel Berbahaya?
Pembicara 1
Tim Afirmasi
Saya percaya bahwa penggunaan ponsel sangat berbahaya karena ponsel dapat menyebabkan beberapa masalah dan ancaman bagi kehidupan manusia. Ancaman tersebut adalah, ponsel berbahaya bagi keselamatan pengguna dan kehidupan sosial dan keluarga.
Tim Aposisi:
Saya tidak setuju bahwa penggunaan ponsel sangat berbahaya. Namun, sebaliknya ponsel sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Menurut saya pengguna ponsel yang tidak bertanggung jawablah yang menyebabkan ponsel dapat membahayakan kehidupan mereka sendiri dan orang lain.
Tim Netral
Menurut saya, ponsel sangat berguna jika dipergunakan secara benar. Namun, di sisi lain ponsel juga sangat berbahaya misalnya jika dipergunakan secara terus menerus atau dipergunakan untuk hal-hal yang negatif.
Pembicara 2
Tim Afirmasi
Saya pikir ponsellah yang membahayakan penggunanya. Kita bisa melihat saat ini, ponsel tidak hanya digunakan oleh orang dewasa tapi hampir semua umur telah menggunakan ponsel. Bahkan anak-anak yang masih bersekolah di TK sudah menggunakan ponsel. Pengguna di bawah umur inilah yang sangat rentan negatif dari ponsel. Selain itu, melihat kecelakaan banyak terjadi di jalan raya yang disebabkan oleh ponsel. Mereka seakan kecanduan memeriksa ponsel mereka di mana saja, termasuk di jalan raya saat mereka mengemudi. Inilah yang menyebabkan mereka kehilangan konsentrasi dan hasilnya kecelakaan. Itulah sebabnya kita harus melarang pengemudi menggunakan ponsel saat mengemudi. Hal ini akan mengurangi jumlah kematian di jalan raya karena ponsel.
Tim Oposisi
Anda mengatakan bahwa ponsellah yang membahayakan pengguna. Ini tidak adil karena masih banyak orang di luar sana yang dapat menggunakannya secara bertanggung jawab. Pengguna yang tidak bertanggung jawab adalah pembuat masalah itu karena ponsel tidak akan beroperasi sendiri; perlu seseorang untuk mengoperasikannya. Dalam kasus kecelakaan mobil, pengguna ponsel yang tidak bertanggung jawab yang bersalah karena mereka mengoperasikan ponsel di waktu yang salah. Menanggapi ide Anda tentang pelarangan membawa ponsel bagi pengemudi tidaklah tepat. Justru ponsel dapat bermanfaat. Misalnya ketika melihat kecelakaan terjadi, pengemudi lain dapat menghubungi polisi atau ambulans untuk membantunya. Penelitian juga menunjukkan bahwa ponsel bukanlah penyebab kecelakaan di jalan raya. Namun, kegiatan yang mengganggu konsentrasilah yang menyebabkan kecelakaan. Ini berarti tidak hanya menggunakan ponsel, tetapi juga melakukan hal-hal lain seperti menggunakan makeup, menyisir rambut atau berbicara juga berbahaya.
Tim Netral
Saya tetap berpendapat bahwa ponsel bisa sangat berguna atau tidak membahayakan, tetapi juga sangat berbahaya. Tergantung siapa yang menggunakan dan untuk apa digunakan. Pada saat ponsel digunakan untuk berkomunikasi dengan kerabat atau rekan kerja, ponsel sangat bermanfaat mengatasi kendala ruang dan waktu dalam komunikasi. Ponsel juga sangat membantu pelajar untuk mencari bahan atau materi belajar, berdiskusi, bahkan mengirim tugas-tugas kepada gurunya.
Namun, ponsel juga bisa membawa dampak negatif misalnya untuk merancang kegiatan kriminal, mencuri data orang, atau mengakses situs-situs yang berkonten negatif.
Tim Afirmasi
Tidak hanya membahayakan saat mengemudi, bukti lain dari ponsel berbahaya adalah ponsel mengganggu kehidupan sosial dan kehidupan keluarga mereka. Saat ini ponsel adalah orang yang paling terdekat dengan pengguna. Mereka lebih memilih untuk berinteraksi dengan ponsel daripada berinteraksi dengan orang-orang di sekitar mereka. Hal ini menyebabkan mereka menjadi acuh tak acuh atau anti-sosial. Hal-hal baik seperti menyapa, senyum, dan bertanya dengan orang yang baru mereka temui telah hilang di dalam kehidupan sosial mereka. Mereka pindah ke penggunaan media sosial yang bisa diakses melalui ponsel untuk berinteraksi sehingga membuat mereka menjauh dari orang-orang di sekitar mereka. Dalam kehidupan keluarga, mereka menjadi terlalu individualistis. Tidak ada hal seperti diskusi keluarga, waktu berkualitas dengan keluarga seperti makan bersama, bercanda dengan keluarga dan hal-hal lain yang dapat memperkuat hubungan keluarga. Bahkan saat ini di rumah seluruh keluarga sibuk dengan ponselnya masing-masing.
Tim Aposisi
Hilangnya norma-norma yang baik dalam keluarga tidak disebabkan oleh ponsel. Kami tidak setuju dengan apa yang Anda katakan. Kehidupan sosial yang baik dan harmonis dalam keluarga tergantung pada kualitas pribadi dan keluarga itu sendiri. Orang-orang tidak akan menjadi acuh jika mereka lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Sebenarnya ponsel dapat membantu hubungan sosial mereka dengan cara menjadi alat berinteraksi di mana saja dan kapan saja. Dalam hubungan keluarga, keharmonisan dapat dicapai dengan memberikan perhatian lebih kepada anggota lain dalam keluarga. Dalam hal ini orang tua yang harus mengawasi anak-anak mereka. Jika mereka peduli dan memprioritaskan diskusi keluarga, anak-anak mereka tidak akan ragu-ragu untuk berbagi masalah mereka. Dalam hal ini ponsel dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga dengan menjadi alat atau penghubung antara satu sama dengan lain dalam keluarga. Misalnya, dengan menggunakan ponsel orang tua bisa mengetahui kondisi anggota keluarganya di mana pun dan kapan pun.
Tim Netral
Jadi segala perilaku negatif masyarakat, terutama anak muda saat ini tidaklah bisa serta merta merupakan dampak negatif ponsel. Ada banyak faktor lain yang memengaruhi prilaku masyarakat seperti tekanan kebutuhan ekonomi dan perilaku public figure yang tidak dapat diteladani.
Di sisi lain, kita tak bisa menutup mata bahwa ponsel dapat menjadi sarana yang sangat baik untuk mengakses segala perkembangan di bidang teknologi, informasi, kesehatan, politik, dan sebagainya secara cepat dan akurat.
Gunakan lagi tabel analisis pendapat seperti yang telah kamu gunakan saat menganalisis pendapat masing-masing pihak pada debat tentang penyerapan kosa kata bahasa asing ke dalam bahasa indonesia di atas.

source : https://www.skokul.com/2485/menganalisis-isi-debat/
Bab 7 : Teks Negosiasi


Pengertian Teks Negosiasi

Teks Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.
Kedua pihak yang melakukan negosiasi mempunyai hak terhadap hasil yang akan disepakati. Hasil akhir negosiasi harus mempunyai persetujuan dari semua pihak sehingga semua pihak menerima hasil akhir dengan kesepakatan bersama.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi


Yang membedakan teks negosiasi dengan teks lainnya karena negosiasi mempunyai ciri-ciri diantaranya:
  • Menghasilkan kesepakatan (yang saling menguntungkan).
  • Mengarah pada tujuan praktis.
  • Memprioritaskan kepentingan bersama.
  • Merupakan sarana untuk mencari penyelesaian.

Kaidah Kebahasaan

Kaidah kebahasaan yang biasanya digunakan dalam teks negosiasi diantaranya:
  • Menggunakan bahasa yang santun.
  • Terdapat ungkapan persuasif (bahasa untuk membujuk).
  • Berisi pasangan tuturan.
  • Kesepakatan yang dihasilkan tidak merugikan dua belah pihak.
  • Bersifat memerintah dan memenuhi perintah.
  • Tidak berargumen dalam 1 waktu.
  • Didasari argumen yang kuat disertai fakta.
  • Minta alasan dari pihak mitra negosiasi (mengapa ya/tidak).
  • Jangan menyela argumen.

Struktur Kompleks Negosiasi

Terdapat 7 unsur yang menyusun negosiasi sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh, berikut ini struktur kompleks teks negosiasi:
  1. Orientasi: Kalimat pembuka, biasanya ucapan salam. Fungsi nya untuk memulai negosiasi.
  2. Permintaan: Suatu hal berupa barang atau jasa yang ingin dibeli oleh pembeli.
  3. Pemenuhan: Kesanggupan hal berupa barang atau jasa dari penjual yang diminta oleh pembeli.
  4. Penawaran: Puncaknya negosiasi yang terjadi, kedua pihak saling tawar menawar.
  5. Persetujuan: Kesepakatan antara kedua belah pihak terhadap negosiasi yang telah dilakukan.
  6. Pembelian: Keputusan konsumen jadi menyetujui negosiasi itu atau tidak.
  7. Penutup: Kalimat penutup, biasanya ucapan salam atau terimakasih.

Tujuan Negosiasi

Adapun tujuan dilakukan negosiasi dalam hal bisnis, beberapa diantaranya untuk:
  • Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
  • Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama.
  • Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (win-win solution).
Manfaat negosiasi yaitu untuk menciptakan jalinan kerja sama antara institusi, badan usaha, maupun perorangan dalam melakukan suatu usaha dan kegiatan bersama atas dasar saling pengertian.

Proses negosiasi akan memberikan manfaat bagi perusahaan diantaranya membuat hubungan bisnis menjadi lebih luas dan pasar lebih berkembang. Berikut ini contoh singkat dari teks negosiasi:
Contoh teks negosiasi singkat jual beli
Penjual  : Ada yang bisa dibantu mas?
Pembeli : Baju yang ini ukuran L ada enggak?
Penjual  : Ada mas, sebentar saya ambil.
Pembeli : Iya.
Penjual  : Ini mas yang ukuran L.
Pembeli : Berapa harganya mas?
Penjual  : Itu 300 ribu, pas nya 290 ribu
Pembeli : Bisa 260 enggak pak?
Penjual  : Tidak bisa mas, paling kurangi 5 ribu jadi 285 ribu.
Pembeli : Ya 280 ribu deh pak, langsung saya beli.
Penjual  :  Iya baiklah.
sumber : http://www.yuksinau.id/teks-negosiasi-pengertian-struktur-tujuan/


BAB 6 : IKHTISAR
Pengertian Ikhtisar
Ikhtisar merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli yang tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional atau dengan kata lain ikhtisar merupakan bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan rekomendasi. Ikhtisar mengandung topik persoalan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tersebut.
Dalam hal ini menurut Juhara “2003” ikhtisar ialah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana. Ikhtisar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.
Untuk hal ini ikhtisar dapat membantu kita dalam pemahaman karangan asli dengan cermat dan bagaimana harus menulisnya kembali dengan cepat, penulis tidak akan membuat ringkasan dengan baik bila kurang cermat membaca, bila ia tidak sanggup membeda-bedakan gagasan utama dari gagasan-gagasan tambahan. Selain itu juga dapat mempertajam gaya bahasa, serta menghindari uraian-uraian yang panjang lebar yang mungkin menyelusup masuk dalam karangan tersebut.
Perbredaan Ikhtisar dan Ringkasan
Ikhtisar berbeda dengan ringkasan walaupun kedua istilah itu sering disamakan tapi sesungguhnya keduanya berbeda, ringkasan merupakan penyajian singakt dari suatu karangan asli namun tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang asli. Jadi dapat disimpulkan bahwa ringkasan merupakan keterampilan memproduksi hasil karya yang sudah ada dalam bentuk yang singkat.
Sedangkan ikhtisar tidak perlu mempertahankan urutan isi karangan asli, selain itu ikhtisar juga tidak perlu memberikan isi dari karangan secara profesional. Penulis ikhtisar dapat langsung mengemukakan inti atau pokok masalah dan problematika pemecahannya. Sebagai ilustrasi, beberapa bagian atau isi dari beberapa bab, dapat diberikan untuk menjelaskan inti atau pokok masalah tersebut. Sementara bagian atau pokok yang kurang penting dapat dihilangkan. Untuk bentuk ikhtisar lebih bebas dari pada ringkasan.

Ciri-Ciri Ikhtisar

Adapun untuk ciri-ciri ikhtisar yang diantaranya yaitu:
  • Tidak mempertahankan urutan gagasan.
  • Bebas mengkombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti.
  • Tujuannya untuk mengambil inti.

Kegunaan Ikhtisar

Sebelum kita mengetahui cara dalam membuat ikhtisar, sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui fungsi atau kegunaan dari ikhtisar itu sendiri. Berikut ini merupakan fungsi dari ikhtisar antara lain yaitu:
  • Untuk mengembangkan ekspresi serta penghematan kata.
  • Memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau karangan.
  • Membimbing dan menuntun seseorang agar dapat.

Cara Membuat Ikhtisar

Setelah kita mengetahui fungsi ikhtisar, berikut ini merupakan cara bagaimana dalam membuat sebuah ikhtisar yang baik antara lain yaitu:
  • Membaca naskah asli beberapa kali “setidak-tidaknya dua kali”.
  • Membuat kerangka bacaan dengan menuliskan pikiran utama atau pikiran pokok yang terdapat dalam naskah.
  • Menulis ikhtisar.

Contoh Ikhtisar

Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang untuk mengenang peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 14.000 jiwa. Mereka bersama-sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari kamis 9 Agustus 2001 di Kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga di bom AS sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang pada peringatan itu Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapus sejata nuklir.
source:https://www.gurupendidikan.co.id/ikhtisar-pengertian-ciri-kegunaan-cara-membuat-contoh/
BAB 5 : CERITA RAKYAT
Pengertian Cerita Rakat
Cerita rakyat merupakan cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas disetiap bangsa yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam yang mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Pada umumnya cerita rakyat ini mengisahkan mengenai suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia dan dewa.

Ciri-Ciri Cerita Rakyat

Dalam cerita rakyat ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Disampaikan turun-temurun
  • Tidak diketahui siapa yang pertama kali membuatnya
  • Kaya nilai-nilai luhur
  • Bersifat tradisional
  • Memiliki banyak versi dan variasi
  • Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapkannya
  • Bersifat anonim artinya nama pengarang tidak ada
  • Berkembang dari mulut ke mulut
  • Cerita rakyat disampaikan secara lisan

Jenis-Jenis Cerita Rakyat

Jenis-jenis cerita rakyat ialah cerita binatang, cerita asal-usul ( legenda ), cerita pelipur lara, cerita jenaka. Nah untuk lebih mengetahui penjelasan dari jenis-jenis cerita rakyat atau macam-macam cerita rakyat serta contohnya dari masing-masing simak ulasannya beriku ini.

1. Cerita Binatang

Cerita binatang ( fabel ) merupakan cerita yang tokoh-tokohnya berupa binatang dengan peran layaknya manusia. Binatang-binatang dapat berbicara makan minum dan berkeluarga sebagaimana layaknya manusia. Dengan demikian dapatlah dipahami bahwa fabel tidak semata-mata sebagai cerita binatang tetapi sebagai metamorphosis kehidupan manusia. Adapun maksud dari penggambaran melalui binatang ialah supaya kisah itu tidak sampai menyinggung orang yang mendengar atau membacanya.

2. Cerita Asal-Usul ( Legenda )

Secara garis besar cerita asal-usul terbagi ke dalam tiga jenis yaitu :
  • Cerita Asal-Usul Dunia Tumbuh-Tumbuhan
    Contoh :
    1. Padi bermula daro Dewi Sri
    2. Gadun beracun karena dipanah oleh pohon jagung menggunakan anak panah yang beracun.
    3. Tandan jagung berlubang karena ditombak oleh pohon gandung.
    4. Pohon mata lembu seperti rusak kulitnya karena melihat pertarungan antara pohon jagung dan pohon gadung terlalu dekat.
  • Cerita Asal-Usul Binatang
    Contoh :
    1. Sapi bergelambir karena sewaktu ia mandi bajunya tertukar dengan baju kerbau yang besar.
    2. Darah ikan mas memiliki warna darah seperti darah manusia karena asal mula ikan mas ialah manusia.
  • Cerita Asal-Usul Terjadinya Konon Tempat
    Contoh :
    1. Nama gunung tengger konon diambil dari sepasang suami istri yang bernama Rar Anteng dan Joko Seger.
    2. Gunung Tangkuban Perahu di Bandung Utara konon berasal dari perahu milik sangkuriang. Karena ia murka perahu itu ditendangnya hingga tertelungkup dan berubah menjadi sebuah gunung yang kemudian dikenal sebagai Gunung Tangkuban Perahu.

3. Cerita Pelibur Lara

Cerita jenis ini disebut pelibur lara sebab fungsinya memang untuk menghibur hati. Dalam cerita ini dikisahkan hal-hal yang indah-indah, penuh fantasi dan impian yang menawan. Misalnya tentang kehidupan istana, keajaiban-keajaiban senjata keramat dan sakti, putrid yang cantik ataupu hal-hal lainnya yang menggambarkan keindahan dan kebahagiaan.

4. Cerita Jenaka

Karaya sastra klasik lainnya yang cukup terkenal ialah cerita jenaka seperti Pak Belalang. Lebai Malang, Lebai Malang menggambarkan orang yang karena keserakahannya justru selalu tidak memperoleh apa-apa.
Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian Cerita Rakyat Beserta Ciri, Jenis Dan Contohnya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.
source:https://www.dosenpendidikan.com/pengertian-cerita-rakyat-beserta-ciri-jenis-dan-contohnya/
BAB 4 : HIKAYAT


Pengertian Hikayat

Secara etimologis, istilah hikayat berasal dari bahasa Arab, yaitu haka yang artinya menceritakan atau bercerita. Hikayat berfungsi sebagai media hiburan/pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau hanya sekadar untuk meramaikan pesta.

Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.

Hikayat adalah karya sastra lama berbentuk prosa yang mengisahkan kehidupan keluarga istana atau kaum bangsawa, orang-orang ternama, orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan dan mukjizat tokoh utamanya. Hikayat kadang mirip cerita sejarah atau berbentuk riwayat hidup, yang didalamnya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal dan penuh keajaiban.

Hikayat berkembang pada masa Melayu klasik. Itu pula yang membuat kata-kata yang digunakan dalam hikayat banyak mengandung bahasa Melayu klasik yang kadang sulit untuk dipahami. Namun, untuk yang demikian kita masih bisa meminta bantuan kamus untuk mengetahui maknanya.

Ciri-Ciri atau Karakteristik Hikayat.
  • Hikayat merupakan bagian dari prosa lama yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
  • Menggunakan bahasa Melayu lama
  • Pralogis, yaitu ceritanya kadang-kadang sulit diterima akal.
  • Istana sentries, yaitu pusat cerita berada di lingkungan istana.
  • Anonim, maksudnya adalah prosa tersebut tidak jelas siapa pengarangnya.
  • Statis, yaitu bersifat baku dan tetap.
  • Menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang kini tidak lazim digunakan, semisal kata sebermula, hatta, dan syahdan.
Unsur-unsur Hikayat.

Unsur-unsur dalam hikayat tidak jauh berbeda dari prosa-prosa lainnya. Ia dibangun oleh unsur intrinsic dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerita dari dalam. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun cerita dari luar. 

Berikut ini adalah unsur-unsur instrinsik dalam sebuah hikayat:
  • Tema, merupakan gagasan yang mendasari cerita.
  • Alur, merupakan jalinan peristiwa dalam cerita.
  • Latar, merupakan tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita.
  • Tokoh, merupakan pemeran cerita. Penggambaran watak tokoh disebut penokohan.
  • Amanat, merupakan pesan yang disampaikan pengarang melalui cerita.
  • Sudut pandang, merupakan pusat pengisahan dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita.
  • Gaya, berkaitan dengan bagaimana penulis menyajikan cerita menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.
Fungsi Hikayat

Umumnya hikayat memiliki fungsi sebagai pembangkit semangat, penghibur atau pelipur lara, atau hanya untuk meramaikan suatu acara atau pesta.

Contoh Hikayat 
HIKAYAT AMIR

Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. Amir tidak uangnya dengan baik. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah memarahinya. Syah Alam hanya bisa mengelus dada.
Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah. Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya mereka jatuh miskin.
Penyakit Syah Alam semakin parah. Sebelum meninggal, Syah Alam berkata”Amir, Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu. Engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah dulu. Jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Bekerjalah yang giat, pergi dari rumah.Usahakan engkau terlihat oleh bulan, jangan terlihat oleh matahari.”
”Ya, Ayah. Aku akan turuti nasihatmu.”                                      
Sesaat setelah Syah Amir meninggal, ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari, tetapi terlihat bulan. Oleh sebab itu, kemana-mana ia selalu memakai payung.
Pada suatu hari, Amir bertmu dengan Nasrudin, seorang menteri yang pandai. Nasarudin sangat heran dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian.
Amir bercerita alasannya berbuat demikian. Nasarudin tertawa. Nasarudin berujar, ” Begini, ya., Amir. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. Akan tetapi, pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. Jadi, tidak mengapa engkau terkena sinar matahari. ”
Setelah memberi nasihat, Nasarudin pun memberi pijaman uang kepada Amir. Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu.
                                                                                                                                 3
Amir lalu berjualan makanan dan minuman. Ia berjualan siang dan malam.Pada siang hari, Amir menjajakan makanan, seperti nasi kapau, lemang, dan es limau. Malam harinya ia berjualan martabak, sekoteng, dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Sejak it, Amir menjadi saudagar kaya. (http://karyacombirayang.blogspot.com/2015/11/10-contoh-hikayat.html)


source : https://www.berbagaireviews.com/2017/11/pengertian-hikayat-dan-unsur-unsur.html


Free Box Rainbow 3 Cursors at www.totallyfreecursors.com